SEO BLOG & TEMPLATES
Korupsi-Today »
Opini
»
HMI dan Korupsi
HMI dan Korupsi
Posted by Korupsi-Today on Selasa, 10 Mei 2016 |
Opini
Beberapa poin penting yang menjadi keputusan resmi organisasi KAHMI adalah; Pertama, Saut Situmorang harus minta maaf kepada HMI melalui media massa cetak dan elektronika nasional selama 5 hari berturut-turut.
Kedua, Saut Situmorang harus mundur dari jabatan pimpinan KPK. Ketiga, KAHMI akan menempuh upaya; melaporkan ke Majelis Kode Etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menempuh upaya hukum serta melaporkan ke Mabes Polri.
Ketidaketisan dari pernyataan seorang Saut dalam pandangan HMI, alumni HMI dan berbagai tokoh nasional ini memang cukup beralasan. Saut seolah-olah telah beralih wujud dari seorang praktisi -- yang mestinya bekerja melakukan sosialisasi atau kerja pemberantasan korupsi -- menjadi seorang pengamat politik atau pengamat pemberantasan korupsi.
Pandangannya seperti memuat semacam sinyal. Entah apa. Tapi yang jelas, indikasi penyudutan nama HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) oleh Saut, memang perlu mendapat penyikapan yang serius.
Pertama, penyebutan HMI dalam konteks pembicaraan Saut Situmorang memang sangat merugikan nama baik HMI. Kedua, publik jadi menarik seluruh hal yang bertalian dengan pribadi Saut dan latar belakangnya dan dihubung-hubungkan dengan masalah ini; seperti latar belakang Saut yang mantan Staf Ahli BIN dan pernyataannya yang tak mau mengusut kasus Century; kasus yang sedikit-banyak bertalian dengan persinggungan senior HMI dengan tokoh politik lain dalam sebuah partai.
Lalu yang ketiga, dalam beberapa tahun terakhir, memang seperti ada upaya pengkerdilan dan pelecehan nilai-nilai Islami dan karakter aktivis Islam, baik secara personal maupun kelembagaan. Caranya dilakukan dengan pembunuhan karakter yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu. Baik lewat kasus hukum atau media yang lain. Dan kasus Saut seperti menjadi bandul pengingat itu semua.
Kedua, Saut Situmorang harus mundur dari jabatan pimpinan KPK. Ketiga, KAHMI akan menempuh upaya; melaporkan ke Majelis Kode Etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menempuh upaya hukum serta melaporkan ke Mabes Polri.
Ketidaketisan dari pernyataan seorang Saut dalam pandangan HMI, alumni HMI dan berbagai tokoh nasional ini memang cukup beralasan. Saut seolah-olah telah beralih wujud dari seorang praktisi -- yang mestinya bekerja melakukan sosialisasi atau kerja pemberantasan korupsi -- menjadi seorang pengamat politik atau pengamat pemberantasan korupsi.
Pandangannya seperti memuat semacam sinyal. Entah apa. Tapi yang jelas, indikasi penyudutan nama HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) oleh Saut, memang perlu mendapat penyikapan yang serius.
Pertama, penyebutan HMI dalam konteks pembicaraan Saut Situmorang memang sangat merugikan nama baik HMI. Kedua, publik jadi menarik seluruh hal yang bertalian dengan pribadi Saut dan latar belakangnya dan dihubung-hubungkan dengan masalah ini; seperti latar belakang Saut yang mantan Staf Ahli BIN dan pernyataannya yang tak mau mengusut kasus Century; kasus yang sedikit-banyak bertalian dengan persinggungan senior HMI dengan tokoh politik lain dalam sebuah partai.
Lalu yang ketiga, dalam beberapa tahun terakhir, memang seperti ada upaya pengkerdilan dan pelecehan nilai-nilai Islami dan karakter aktivis Islam, baik secara personal maupun kelembagaan. Caranya dilakukan dengan pembunuhan karakter yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu. Baik lewat kasus hukum atau media yang lain. Dan kasus Saut seperti menjadi bandul pengingat itu semua.
Tweet
